PUZZLE HANI EPENI
(PZ)

1. Pengertian Media Puzzle

Menurut Patmonodewo (Misbach, Muzamil, 2010) kata puzzle berasal dari bahasa Inggris yang berarti teka-teki atau bongkar pasang, media puzzle merupakan media sederhana yang dimainkan dengan bongkar pasang.

Berdasarkan pengertian tentang media puzzle, maka dapat disimpulkan bahwa media puzzle merupakan alat permainan edukatif yang dapat merangsang kemampuan matematika anak, yang dimainkan dengan cara membongkar pasang kepingan puzzle berdasarkan pasangannya.

2. Macam-macam Puzzle

Muzamil, Misbach (2010) menyatakan beberapa bentuk puzzle, yaitu:

a. Puzzle konstruksi

Puzzle rakitan (construction puzzle) merupakan kumpulan potongan-potongan yang terpisah, yang dapat digabungkan kembali menjadi beberapa model. Mainan rakitan yang paling umum adalah blok-blok kayu sederhana berwarna-warni. Mainan rakitan ini sesuai untuk anak yang suka bekerja dengan tangan, suka memecahkan puzzle, dan suka berimajinasi. Gambar 2.1 merupakan salah satu contoh puzzle kontruksi.

 









Gambar 2.1

Puzzle Kontruksi


b. Puzzle batang (stick)

Puzzle batang merupakan permainan teka-teki matematika sederhana namun memerlukan pemikiran kritis dan penalaran yang baik untuk menyelesaikannya. Puzzle batang ada yang dimainkan dengan cara membuat bentuk sesuai yang kita inginkan ataupun menyusun gambar yang terdapat pada batang puzzle. Gambar 2.2 dan gambar 2.3 merupakan contoh puzzle batang (stick).

 
















Gambar 2.2

Puzzle Batang


Gambar 2.3

Puzzle Batang


c. Puzzle lantai

Puzzle lantai terbuat dari bahan sponge (karet/busa) sehingga baik untuk alas bermain anak dibandingkan harus bermain di atas keramik. Puzzle lantai memiliki desain yang sangat menarik dan tersedia banyak pilihan warna yang cemerlang. Juga dapat merangsang kreativitas dan melatih kemampuan berpikir anak. Puzzle lantai sangat mudah dibersihkan dan tahan lama. Gambar 2.4 merupakan salah satu contoh puzzle lantai.

 









Gambar 2.4

Puzzle Lantai


d. Puzzle angka

Mainan ini bermanfaat untuk mengenalkan angka. Selain itu anak dapat melatih kemampuan berpikir logisnya dengan menyusun angka sesuai urutannya. Selain itu, puzzle angka bermanfaat untuk melatih koordinasi mata dengan tangan, melatih motorik halus serta menstimulasi kerja otak. Gambar 2.5 merupakan salah satu contoh puzzle angka.

 









Gambar 2.5

Puzzle Angka


e. Puzzle transportasi

http://images.miamiashop.multiply.com/image/m15nDVxZlxDNqNK2lykQvg/photos/1M/300x300/1591/puzzle-transportasi-33rb.jpg?et=NB9gQK%2B3Wi2zsAZ%2B8Y%2Bbgw&nmid=0Puzzle transportasi merupakan permainan bongkar pasang yang memiliki gambar berbagai macam kendaraan darat, laut dan udara. Fungsinya selain untuk melatih motorik anak, juga untuk stimulasi otak kanan dan otak kiri. Anak akan lebih mengetahui macam-macam kendaraan. Selain itu anak akan lebih kreatif, imajinatif dan cerdas. Gambar 2.6 merupakan salah satu contoh puzzle transportasi.

 



Gambar 2.6

Puzzle Transportasi


f. Puzzle logika

Puzzle logika merupakan puzzle gambar yang dapat mengembangkan keterampilan serta anak akan berlatih untuk memecahkan masalah. Puzzle ini dimainkan dengan cara menyusun kepingan puzzle hingga membentuk suatu gambar yang utuh. Gambar 2.7, 2.8 dan 2.9 merupakan beberapa contoh puzzle logika.

 








Gambar 2.7

Puzzle Logika


Gambar 2.8

Puzzle Logika




Gambar 2.9

Puzzle Logika



g. Puzzle geometri

Puzzle geometri merupakan puzzle yang dapat mengembangkan keterampilan mengenali bentuk geometri (segitiga, lingkaran, persegi dan lain-lain), selain itu anak akan dilatih untuk mencocokkan kepingan puzzle geometri sesuai dengan papan puzzlenya. Gambar 2.10 merupakan salah satu contoh puzzle geometri.

 









Gambar 2.10

Puzzle Geometri


h. Puzzle Penjumlahan dan Pengurangan

Puzzle penjumlahan dan pengurangan merupakan puzzle yang dapat mengembangkan kemampuan logika matematika anak. Dengan puzzle penjumlahan dan pengurangan anak memasangkan kepingan puzzle sesuai dengan gambar pasangannya. Selain itu anak dapat belajar penjumlahan dan pengurangan melalui media puzzle. Gambar 2.11 merupakan salah satu contoh puzzle penjumlahan dan pengurangan. 


3. Fungsi Puzzle

Nani (2008), mengemukakan bahwa pada umumnya, sisi edukasi permainan puzzle ini berfungsi untuk:

a. Melatih konsentrasi, ketelitian dan kesabaran

b. Melatih koordinasi mata dan tangan. Anak belajar mencocokkan keping-keping puzzle dan menyusunnya menjadi satu gambar.

c. Memperkuat daya ingat

d. Mengenalkan anak pada konsep hubungan

e. Dengan memilih gambar/bentuk, dapat melatih anak untuk berfikir matematis (menggunakan otak kiri)

f. Melatih logika anak. Misalnya puzzle bergambar manusia. Anak dilatih menyimpulkan di mana letak kepala, tangan, dan kaki sesuai logika.

Berdasarkan beberapa paparan di atas tentang fungsi atau manfaat media puzzle, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat media puzzle yaitu untuk melatih konsentrasi anak, melatih otak kiri anak serta dapat melatih anak dalam mengembangkan kemampuan logika matematika.

4. Penggunaan Media Puzzle di TK

Media puzzle merupakan permainan menyusun kepingan gambar sehingga menjadi sebuah gambar yang utuh. Media puzzle sangat sering digunakan di Taman Kanak-kanak karena media puzzle adalah salah satu bentuk permainan yang memiliki nilai-nilai edukatif. Dalam bermain puzzle membutuhkan ketelitian, anak akan dilatih untuk memusatkan pikiran, karena anak harus berkonsentrasi ketika meyusun kepingan-kepingan puzzle tersebut hingga menjadi sebuah gambar yang utuh dan lengkap (Pramudiati, Rezha: 2011)

Di usia Taman Kanak-kanak, kemampuan balita untuk memegang dan mengambil benda sudah berkembang, mereka juga bisa memasang kepingan-kepingan puzzle. Dengan puzzle, anak belajar memahami konsep bentuk, warna, ukuran dan jumlah. Tentunya bentuk puzzle yang digunakan lebih beragam dan mempunyai warna yang lebih mencolok. Memasang kepingan puzzle berarti mengingat gambar utuh, kemudian menyusun komponennya menjadi sebuah gambar benda. Cara anak menyelesaikan gambar utuh puzzle adalah dengan menggunakan metode coba dan ralat. Warna dan bentuk kepingan adalah dua hal yang diperhatikan anak saat memasang puzzle. Bermain puzzle melatih anak memusatkan pikiran karena ia harus berkonsentrasi ketika mencocokkan kepingan-kepingan puzzle. Selain itu, permainan ini meningkatkan keterampilan anak menyelesaikan masalah sederhana.

Media puzzle yang biasa digunakan di TK GIKI Jl. Karangsari No. 29 Kota Bandung adalah puzzle logika. Namun pada penelitian kali ini penulis akan mencoba menerapkan beberapa jenis puzzle, yaitu puzzle angka, puzzle geometri, puzzle penjumlahan dan pengurangan serta puzzle logika. Adapun langkah-langkah penggunaan media puzzle adalah sebagai berikut: (a) perhatikan gambar yang terdapat pada puzzle secara seksama; (b). bongkar / lepaskan kepingan puzzle; (c) mulai memasangkan kepingan puzzle dengan menggunakan jari-jari tangan sesuai dengan pasangannya; (d) pastikan kepingan puzzle terpasang dengan baik sehingga membentuk suatu gambar atau bentuk yang utuh